My Dear, me.

Ehem-- seperti yang kita ketahui, sekarang bulan Februari.
kedengarannya bulan yang sangat romantis bukan?
bulan yang ada pada awal semester dua, kita sudah akrab dengan teman-teman lainnya, dan mungkin juga..
yah, mungkin perasaan 'itu' juga sudah memunculkan diri

pasti manis ya, kalau nanti di bulan Februari ini, kita para gadis memberikan cokelat pada lelaki yang kita sukai, dan bisa juga kita menerima cokelat dari kawan baik kita.
tapi-tapi-tapi sebentar, Apa yang kumaksud hari Valentine?

oh, tentu saja tidak!

Aku sangat menolak merayakan hari Valentine, yang ku maksud adalah hari kasih sayang.
menurutku, setiap hari adalah hari kasih sayang, tetapi berbeda dengan Februari yang seperti awal musim semi, awal benih cinta mulai tumbuh.

ah, betapa indahnya bukan? memikirkan cinta yang baru tumbuh di musim semi,
bagai kuncup bunga matahari yang memekar terkena sinar mentari..
sangat, sangat indah.

Saat ini aku hanya bisa melihat teman-temanku yang lain tersenyum ceria bersama kawan-kawannya yang lain..

ah.

Aku? aku tidak tersenyum ceria?
tentu saja aku tersenyum ceria.. dengan arti yang lain.
hidup ini memang sulit, terlalu banyak topeng akan menyulitkan.
tetapi kalau tidak memakai topeng-topeng itu.. hidup ini akan menjadi lebih menyakitkan.

Tentu saja aku tidak mengatakan bahwa hidupku tidak bahagia,
lihat, aku tersenyum senang sekali, sampai-sampai ingin muntah.
banyak orang yang tidak mengerti diriku, mereka sering bilang 'bercanda'ku keterlaluan. bukankah itu hanya lelucon? ayolah apa yang sakit dari 'hanya lelucon'? mereka juga sering mengatai ku kan? lalu kenapa saat aku membuat lelucon seperti itu.. mereka.. ah.

Tidak, aku tidak menangis, aku hanya terlalu senang.
senang karena banyak orang bodoh yang jatuh ke perangkap ku.
mereka terjerat bagai kupu-kupu di dalam jaring laba-laba.

Aku senang. sangat senang..
iya 'kan?

hei, jawab aku, hei.
aku senang bukan? semua orang bertekuk lutut di hadapanku.
segalanya adalah sesuai perintahku. jika aku tidak suka, aku hanya perlu mengeluarkan air mataku itu.
mereka akan merasa iba dan menuruti apa yang kuminta.

tentu saja itu air mata palsu...

su-sudahlah. Abaikan apa yang baru saja aku ceritakan.
kalau saja insiden itu tidak pernah terjadi, mungkin aku tidak akan menjadi seperti ini.

oyasumi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koi To Senkyo To Chocolate INITIATIVE Lyrics (Japan, Romaji and English Translation)

The Heart Taker

"Banyak Harapan"